Social Media dan Media Massa di Indonesia

im_surat-kabar5   social-media-massa

Komunikasi Massa merupakan sebuah bentuk kegiatan komunikasi yang selalu menggunakan media massa dalam menyampaikan pesan atau informasinya kepada khalayaknya. Itu dapat terlihat dari pengertian komunikasi massa yaitu proses mengkomunikasikan pesan melalui media masaa sebagai medianya, kepada sejumlah besar orang.

Sehingga peran media massa menjadi sangat penting dalam proses penyampaian pesan pada komunikasi massa. Contoh media massa antara lain adalah surat kabar, majalah, radio, televisi, radio, internet, dan masih banyak lagi.

Surat Kabar Kompas, Majalah Kartini, Radio Sonora FM, Metro Tv, dan detik.com merupakan beberapa contoh media massa yang ada di Indonesia yang masih eksis sampai saat ini. Masyarakat pada jaman sekarang sudah sangat susah dipisahkan dengan media massa, karena perannya yang sangat penting bagi masyarakat untuk memberikan informasi. Demikian juga halnya di Negara Indonesia yang mempunyai masyrakat yang majemuk, peran media massa tetap tidak bisa dipisahkan dari kehidupan masyarakat Indonesia dalam mendapatkan informasi.

Karena ketergantungan masyarakat terhadap peran media massa, maka media massa berhasil membentuk opini, sikap, maupun perilaku masyarakat. Karena media massa mempunyai kekuatan untuk itu, seperti yang dijelaskan pada Agenda Setting Theory yang mengatakan bahwa, media massa mempunyai kemampuan untuk menyeleksi dan dan mengarahkan perhatian masyarakat pada gagasan atau peristiwa tertentu sesuai keingininan media massa tersebut. Teori Agenda Setting juga mengasumsikan bahwa media massa mempunyai kekuatan untuk memberitahukan  kepada kita bahkan mempengaruhi pikiran kita tentang informasi mana yang penting dan informasi yang tidak penting.

Itu terjadi karena media massa juga mampu mengatur apa yang harus kita lihat atau dengar dan apa yang tidak harus kita lihat atau dengar. Sehingga media massa tidak lagi selalu memberitahukan informasi yang diinginkan atau yang dibutuhkan masyarakat tetapi media massa berhasil mempengaruhi masyarakat tentang informasi apa yang masyarakat butuhkan. Dalam hal ini media massa yang dominan menentukan agenda masyarakat bukan masyarakat yang dominan menentukan agenda dari media massa tersebut.

Contohnya di Indonesia bahwa media massa lebih dominan dalam menentukan agenda masyarakat adalah bagaimana beberapa waktu lalu media massa di Indonesia sering memberitakan tentang keretakan hubungan Raffi Ahmad dan Yuni Sarah ataupun tentang seputar kehidupan rumah tangga penyanyi dangdut Nazzaruddin dengan istrinya Musdhalifah yang sebenarnya tidak begitu penting bagi masyarakat. Tetapi karena kebanyakan media massa selalu meberitakan pemberitaan tersebut maka masyarakat Indonesia yang selalu terkena eksposure dari pemberitaan tersebut menjadi tahu dan mengikuti pemberitaan tersebut. Sehingga yang tadinya masyarakat Indonesia secara umum tidak merasa butuh untuk mengetahui pemberitaan tersebut, menjadi tahu dan akhirnya mengikutinya.

Contoh lainnya yang menunjukkan bagaimana media massa mampu membentuk opini masyarakat adalah ketika media massa Indonesia berhasil membentuk opini negatif masyarakat terhadap organisasi PSSI. Ketika Tim Sepakbola Nasional Indonesia dikalahkan oleh Tim Sepakbola dari Negara Bahrain 10 – 0, media massa di Indonesia lebih memilih untuk selalu memberitakan bahwa kekalahan telak 10 – 0 Indonesia dari Bahrain disebabkan karena adanya permasalahan yang tak kunjung selesai di dalam tubuh PSSI. Akibat dari pemberita tersebut maka nama organisasi PSSI didepan mata masyarakat Indonesia semakin terpuruk.

Tetapi media massa tetap berfungsi sebagai media yang efektif untuk menyampaikan seatu informasi atau pesan, dari sebuah organisasi atau institusi yang merupakan komunikator dalam kegiatan komunikasi massa kepada masyarakat yang anonim dan heterogen (termasuk Inonesia).

Media massa dapat memberikan manfaat positif kepada masyarakat jika media massa tersebut tetap netral dan tidak berpihak kepada suatu kepentingan sehingga tingkat kebenaran informasi yang sampai kepada masyarakat tetap tinggi. Dan juga media massa juga tetap menjadi salah satu pilar dalam mengontrol demokrasi.

Tetapi media massa akan memberikan dampak buruk jika media massa tersebut dikuasai oleh seseorang yang mempunyai kepentigan yang tidak bertanggung jawab. Karena media massa akan menjadi alat dalam menjalankan kepentingannya dengan cara memberitakan sebuah berita yang sesuai dengan keinginan sipimil media tersebut dan tidak lagi untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat (beriskap netral dan jujur).

Sedangkan media social merupakan sebuah media yang digunakan untuk bersosialisasi satu sama lain dan dilakukan secara online yang memungkinkan manusia untuk saling berinteraksi tanpa dibatasi ruang dan waktu. Ciri utama media sosial adalah selalu menggunakan teknologi berbasis web yang ditawarkan oleh internet, untuk mengubah komunikasi menjadi dialog interaktif. Tepatnya perbedaan antara media massa dengan media social adalah kalau media massa biasanya menggunakan model komunikasi satu arah, sehingga sangat susah untuk mendapatkan umpan balik atau feedback yaitu melalui surat pembaca jika dalam surat kabar, tetapi itupun membutuhkan waktu yang agak lama.

Sehingga media social menjadi suatu wadah baru dalam berkomunikasi interaktif tanpa dibatasi ruang dan waktu. Baik dalam bentuk komunikasi massa maupun komunuikasi interpersonal. Pada era sekarang ini para pengguna media social meningkat tajam, itu dapat dilihat dari pengguna Internet di Indonesia hampir berjumlah 60.000.000, sedangkan pengguna Facebook di Indonesia sudah mencapai 42.684.840 user (menempati peringkat 4 dunia) dan twitter sebanyak 19.500.000 user (menempati urutan ke 5) (sumber ADMA, Saling silang, Tempo.co).

Apalagi pada era sekarang ini telah terjadi konvergensi media, yaitu satu media bisa memiliki fungsi yang beragam. Seperti contohnya handphone yang dulunya hanya digunakan untuk bertelefon dan mengirimkan sms tetapi sekarang handphone bisa digunakan untuk menonton televisi, mengambil gambar (kamera), mendengar radio, dan mampu mengakses internet. Sehingga masyarakat tidak perlu ada didepan PC atau laptop untuk mengakses internet. Faktor konvergensi media juga ikut menunjang perkembangan pemakai social media di dunia dan di Indonesia.

Apalagi dengan semakin majunya terkonolgi yang mendukung konvergensi media, maka akan diprediksikan peningkatan pengguna social media di Indonesia akan semakin meningkat. Dengan adanya social media maka feedback pada proses komunikasi massa akan sangat cepat didapat sehingga akan semakin tipis perbedaan antara komunikasi antarpersonal dengan komunikasi massa. Demikian halnya dengan organisasi – organisasi ataupu perusahaan yang ingin membangun relasi yang baik dengan publik ataupun customernya. maka social media juga memberikan keuntungan berupa kegiatan komunikasi yang interaktif. Beberapa contoh social media yang ada di Indonesia seperti blog ( Blogspot, WordPress, Multiply, LiveJournal), microblog (Twitter, dan Tumblr), Social Networking (Friendster, Facebook, LinkedIn, Foursquare, MySpace), Forum (Kaskus, indowebster, forumdetik).

Tetapi ada juga aspek negatif dari social media, yaitu sering terjadi ditemukannya akun palsu yang mengatasnamakan sebuah organisasi, institusi, atau seseorang. Sehingga pesan yang disampaikan tidak akurat bahkan sampai pada kasus penipuan yang mengatasnamakan orang lain atau suatu institusi tertentu. Karena identitas dari setiap pemilik akun di social media dapat disamarkan.

Sumber Gambar:

http://4.bp.blogspot.com/-ltTo8SYu6Bo/UDZakJ_BRYI/AAAAAAAACiw/Q8cqOM3XThg/s1600/im_surat-kabar5.jpg

http://spidolbekas.files.wordpress.com/2012/01/social-media-massa.jpg?w=500

This entry was posted in Communication. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s