Anak Muda VS HIV/AIDS

   

Setiap satu tahun penderita penyakit HIV/AIDS sekali bisa melonjak sampai 10% per tahun di Indonesia. Jelas ini merupakan sebuah peringatan bagi kita semua warga Negara Indonesia. Jika ini dibiarkan, maka tingkat kesehatan warga Negara Indonesia jelas terancam, terutama generasi muda Indonesia akan lebih terancam masa depannya. Apalagi dengan budaya pergaulan anak – anak muda Indonesia yang semakin terpuruk dengan adanya seks bebas, kegiatan “kumpul kebo” dan pemakaian narkoba yang semakin marak dikalangan anak – anak muda Bangsa Indonesia. Apalagi sampai sekarang, belum ada obat yang dapat yang menyembuhkan penyakit HIV/AIDS

B. Pengertian

A. Virus HIV

HIV adalah singkatan dari Human Immunodeficiency Virus yang dapat menyebabkan AIDS dengan cara menyerang sel darah putih yang bernama sel CD4 sehingga dapat merusak sistem kekebalan tubuh manusia yang pada akhirnya tidak dapat bertahan dari gangguan penyakit walaupun yang sangat ringan sekalipun.

Virus HIV menyerang sel CD4 dan merubahnya menjadi tempat berkembang biak Virus HIV baru kemudian merusaknya sehingga tidak dapat digunakan lagi. Sel darah putih sangat diperlukan untuk sistem kekebalan tubuh. Tanpa kekebalan tubuh maka ketika diserang penyakit maka tubuh kita tidak memiliki pelindung. Dampaknya adalah kita dapat meninggal dunia terkena pilek biasa.

B. Penyakit AIDS

AIDS adalah singkatan dari Acquired Immune Deficiency Syndrome yang merupakan dampak atau efek dari perkembang biakan virus HIV dalam tubuh makhluk hidup. Virus HIV membutuhkan waktu untuk menyebabkan sindrom AIDS yang mematikan dan sangat berbahaya. Penyakit AIDS disebabkan oleh melemah atau menghilangnya sistem kekebalan tubuh yang tadinya dimiliki karena sel CD4 pada sel darah putih yang banyak dirusak oleh Virus HIV.

Ketika kita terkena Virus HIV kita tidak langsung terkena AIDS. Untuk menjadi AIDS dibutuhkan waktu yang lama, yaitu beberapa tahun untuk dapat menjadi AIDS yang mematikan. Seseorang dapat menjadi HIV positif. Saat ini tidak ada obat, serum maupun vaksin yang dapat menyembuhkan manusia dari Virus HIV penyebab penyakit AIDS.

C. Metode dan Teknik Penularan dan Penyebaran Virus HIV AIDS

            Ada beberapa media yang dapat  menularkan penyakit HIV/AIDS :

1. Melalui darah
Contoh : Tranfusi darah, terkena darah hiv  pada kulit yang terluka, terkena darah menstuasi pada kulit yang terluka, jarum suntik, dsb
2. Melalui cairan Semen, Air Mani, Sperma Pria
Contoh : Laki-laki berhubungan badan tanpa kondom atau pengaman lainnya, oral seks, dsb.
3. Melalui cairan Vagina pada Perempuan
Contoh : Wanita berhubungan badan tanpa pengaman, pinjam-meminjam alat bantu seks, oral seks, dll.
4. Melalui Air Susu Ibu / ASI
Contoh : Bayi minum asi dari wanita hiv, Laki-laki meminum susu asi pasangannya, dan lain sebagainya.

Seorang pengidap HIV tidak menunjukkan gejala-gejala klinis tertular HIV, namun demikian orang tersebut dapat menularkan kepada orang lain. Setelah itu, AIDS mulai berkembang dan menunjukkan tanda-tanda atau gejala-gejala.Tanda-tanda klinis penderita AIDS :

  1. Berat badan menurun lebih dari 10 % dalam 1 bulan
  2. Diare kronis yang berlangsung lebih dari 1 bulan
  3. Demam berkepanjangan lebih dari1 bulan
  4. Penurunan kesadaran dan gangguan-gangguan neurologis

Gejala minor :

  1. Batuk menetap lebih dari 1 bulan
  2. Dermatitis generalisata yang gatal
  3. Infeksi jamur berulang pada alat kelamin wanita

HIV dan AIDS dapat menyerang siapa saja. Namun pada kelompok rawan mempunyai risiko besar tertular HIV penyebab AIDS, yaitu :

  1. Orang yang berperilaku seksual dengan berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom
  2. Pengguna narkoba suntik yang menggunakan jarum suntik secara bersama-sama
  3. Pasangan seksual pengguna narkoba suntik
  4. Bayi yang ibunya positif HIV

HIV dapat dicegah dengan memutus rantai penularan, yaitu dengan menggunakan kondom pada setiap hubungan seks berisiko dan tidak menggunakan jarum suntik secara bersam-sama, dan sedapat mungkin tidak memberi ASI pada anak bila ibu positif HIV.

Sampai saat ini belum ada obat yang dapat mengobati AIDS, tetapi yang ada adalah obat untuk menekan perkembangan virus HIV sehingga kualitas hidup penderita HIV/AIDS tersebut meningkat. Obat ini harus diminum sepanjang hidup.

Dari beberapa fakta di atas, kita sebagai generasi muda seharusnya punya cara untuk mencegah supaya diri kita, keluarga kita, dan teman – teman kita tidak terjangkit oleh penyakit tersebut. Sudah banyak cara yang digunakan untuk menghentikan laju pertumbuhan penyakit HIV/AIDS, misalnya ceramah agama yang dilakukan di sekolah – sekolah ataupun di berbagai Perguruan Tinggi Negeri atau Swasta yang ada di Indonesia. Tetapi nampaknya, dampak dari kegiatan tersebut masih kurang efektif.

Ada juga yang melakukan pencegahan dengan cara meningkatkan tingkat aktifitas para siswa  dan mahasiswa agar tidak ada waktu senggang yang dapat digunakan untuk mengkonsumsi narkoba yang menjadi salah utama media penularan penyakit HIV/AIDS. Tetapi itu juga belum dapat memberikan efek yang besar untu mencegah penularan penyakit HIV/AIDS.

Tetapi ada sebuah cara lain yang dapat digunakan untuk mencegah laju perkembangan penyakit HIV/AIDS, apalagi bagi generasi muda dilingkungan kampus yang  ada di Indonesia yaitu dengan mengadakan pembagian kondom berkala di setiap Universitas – Universitas yang ada di Indonesia serta memberikan penyuluhan berkala tentang cara penggunaan kondom dan manfaat kondom bagi kesehatan masyarakat.Karena dengan demikian maka kondom menjadi tidak tabu lagi keberadaannya di tengah – tengah warga kampus dan warga kampus, khususnya para mahasiswa dapat mengerti apa kegunaan dari kondom dan keuntungan memakai kondom.

Mengadakan pengecekan darah 1 tahun 2 kali, kepada setiap mahasiswa/i juga seluruh Dosen dan Rektor juga para karyawan/ti  di setiap Universitas di Indonesia untuk mengetahui siapa-siapa saja yang sudah terkena narkoba. Jika ada warga kampus di setiap Universitas yang ketahuan sebagai pemakai narkoba, maka dia akan di keluarkan sementara dan dimasukkan ke panti rehabilitasi narkoba sampai dia sembuh benar, barulah dia dapat aktif kembali sebagai warga kampus sebuah  Universitas sebagaimana tugasnya.

Walaupun demikian, cara diatas harus tetap ditunjang dengan cara – cara pencegahan penyakit HIV/AIDS yang sudah dilakukan, misalnya dengan memperkuat pendidikan agama dan akhlak di setiap sekolah – sekolah dan seluruh Universitas yang ada di Indonesia. Serta memadatkan jadwal para siswa dan mahasiswa dengan kegiatan yang bermanfaat.

 

*sumber gambar:

http://vixra.files.wordpress.com/2012/02/stop1.png

http://www.fresnoaidswalk.org/aidswalk/cute_editor_uploads/hiv-aids-630.jpg

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s