Perayaan Natal dan Tahun Baru

   

Perayaan Natal dan Tahun baru merupakan dua perayaan yang tidak bisa dipisahkan dari  kehidupan pemeluk agama Kristen, baik Kristen Katolik maupun Protestan. Sebenarnya yang menjadi Perayaan besar untuk umat Kristiani adalah Perayaan Natal. Perayaan Natal menjadi momen yang sangat penting dan sakeral bagi umat Kristiani karena Natal atau Christmas dipercaya sebagai hari lahir dari Tuhan Yesus Kristus, Sang Mesias yang menebus dosa umat manusia.

Dari tanggal satu Desember sudah banyak umat Kristen Protestan merayakan Natal, misalnya Natal kaum Ibu, Natal kaum Bapak, Natal anak – anak sekolah Minggu, Natal Remaja, dan Natal muda – mudi Gereja. Belum termasuk Perayaan Natal kantor dan lingkungan tempat kita tinggal. Bagi orang  yang bersuku Batak Toba, Karo, dan Simalungun adalah sebuah kewajiban untuk menghadiri Perayaan Natal Marganya masing – masing. Hal ini disebabkan mayoritas suku Batak Toba, Karo, dan Simalungun beragama Kristen Protestan, sehingga agama Kristen menjadi ikut mempengaruhi budaya orang Batak.

Semua umat Kristiani pasti sangat menantikan hari Natal dan mereka mempersiapkan segala sesuatunya untuk merayakan Hari Natal. Ada yang membeli baju baru, sepatu baru, membuat kue, memasak makanan, dan banyak lagi yang lain. Perayaan Hari Natal selalu identik dengan Santa Clause yang memberikan hadiah bagi anak – anak yang mempunyai catatan berbuat kebaikan selama satu tahun tersebut. Tapi sebenarnya itu hanya dongeng atau kreasi saja untuk menambah meriah suasana Natal.

Perayaan Hari Natal tidak lengkap tanpa acara menghias pohon Cemara disetiap rumah umat Kristiani dan juga di Gereja. Padahal tidak ada hubungannya antara pohon Cemara dengan Perayaan Natal. Kebiasaan menghias pohon Cemara itu merupakan hasil dari adopsi budaya barat, yang kebanyakan di Negara Barat pada saat Natal selalu menghias pohn Cemara.

Dan dibawah pohon Cemara yang sudah dihias banyak sekali diletakkan kado – kado atau hadiah – hadiah untuk dibuka pada saat Natal. Ini merupakan sebuah tradisi orang tua umat Kristiani untuk memberikan hadiah atau kado Natal pada anaknya yang hanya boleh dibuka oleh si anak pada saat Hari Raya Natal. Tapi si orang tua sengaja meletakkan hadiah atau kado tersebut dibawah pohon Natal sebelum Perayaan Natal dimula agar si anak tersebut penasaran.

Tanggal dua puluh empat Desember malam hari, umat Kristen Protestan pasti pergi ke Gereja untuk merayakan penyambutan hari Natal. Selalu ada prosesi pemadaman listrik Gereja, dan setiap jemaat bernyanyi Lagu Malam Kudus sambil memegang lilin kecil ditangannya. Perayaan Natal pada tanggal dua puluh lima Desember, selalu dimulai dengan Misa Natal bagi umat Kristen Katolik yang dipimpin langsung oleh Pastor, Uskup, bahkan Paus untuk umat Katolik yang ada di Vatikan dan Ibadah Natal yang dipimpin oleh Pendeta bagi umat Kristen Protestan.

Umat Kristiani bernyanyi, mendengarkan khotbah firman Tuhan, ada yang memberikan persembahan seperti koor, vocal group, bernyanyi solo, menari, dan tidak lupa mementaskan drama. Karena perayaan Natal di Gereja – Gereja biasanya selalu diisi dengan acara drama tentang kelahiran Tuhan Yesus.

Setelah acara Gereja selesai, biasanya keluarga dan sanak saudara berkumpul disuatu tempat yang disetujui untuk makan dan minum bersama. Dan yang paling saya suka dari perayaan hri Natal adalah pada saat pembagian hadiah oleh orang tua atau ada juga yang melakukan cross kado. Setelah itu, lalu ada yang pergi ke tempat sanak saudaranya yang lain untuk mengucapkan selamat hari Natal dan ada juga yang melakukan ziarah ke makam keluarga terdekat.

Hampir sama dengan Natal, perayaan tahun baru oleh umat Kristiani berjalan hikmat. Pada saat tanggal satu Januari di tahun yang baru, umat Kristiani pasti pergi ke Gereja untuk melakukan ibadah buka tahun. Tujuannya adalah untuk mengucap syukur pada Tuhan karena diberi kesempatan oleh Tuhan merasakan tahun yang baru dan  memohon berkat dari Tuhan agar diberkati, dilindungi, dan disertai selama satu tahun kedepan.

Tapi bagi orang Batak yang beragama Kristen, pada saat menyambut tahun baru biasanya orang Batak berkumpul jam 12.00 tengah malam dengan sanak saudara di suatu tempat, untuk melakukan ibadah bersama dan saling maaf – memaafkan satu sama lain sebelum dilanjutkan dengan acara bebas dan makan – makan.

Pokoknya kalau suasana Perayaan Natal dan Tahun Baru, pasti selalu bahagia, senang, dan suka cita, terlebih bisa berkumpul bersama keluarga terdekat, makan dan minum bersama, bermain, dan bernyanyi bersama.

Sumber Gambar : http://4.bp.blogspot.com/-MA-wM66ezHc/TvctT-9U8VI/AAAAAAAABtI/Ip0Os2-gsT0/s1600/merry-christmas.jpg

This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s